Bencana alam, yang tidak dapat dicegah menggunakan sarana teknologi atau tindakan penanggulangan dini, menunjukkan betapa tak berdaya manusia sesungguhnya.
Dari abad ke-20, yang ditengarai sebagai "abad bencana alam", hingga kini, telah terjadi sejumlah bencana alam besar seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, angin tornado, badai, angin topan, angin puyuh, dan banjir, disamping tsunami, dan semua ini telah menimpakan kerusakan parah dan merenggut nyawa jutaan manusia. Ketika seseorang memikirkan fenomena luar biasa ini, dapat dipahami bahwa hal ini memiliki kemiripan dengan fenomena alam yang dinyatakan sebagai pertanda masa awal dari Zaman Akhir.
Menurut apa yang dinyatakan dalam hadits, Zaman Akhir adalah suatu masa yang akan datang menjelang terjadinya hari kiamat, dan ketika nilai-nilai Al Qur'an tersebar luas ke masyarakat. Tahap pertama dari Zaman Akhir adalah di kala manusia menjauhkan diri dari nilai-nilai ajaran agama, ketika peperangan semakin meningkat, dan fenomena alam luar biasa terjadi.
Demikianlah, di dalam sejumlah hadits, kota-kota dan bangsa-bangsa yang dilenyapkan dari lembaran sejarah dikabarkan sebagai tanda-tanda Zaman Akhir. Dalam hadits-hadits yang mengupas masalah tersebut Nabi kita menyatakan:
"Saat (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi menjadi sering terjadi." (Bukhari)
"Peristiwa-peristiwa besar akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, h. 27)
Ada dua peristiwa besar sebelum hari Kiamat ... dan kemudian tahun-tahun gempa bumi. (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah (r.a.))
"Banyak peristiwa yang begitu menyedihkan akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Imam Rabbani, Letters of Rabbani, 2/258)
Di tahap kedua Zaman Akhir, Allah akan membebaskan manusia dari kebobrokan akhlak dan peperangan melalui Imam Mahdi. Di masa ini, yang dikenal sebagai Zaman Keemasan, peperangan dan pertikaian akan berakhir, dunia akan dipenuhi oleh kemakmuran, keberlimpahan dan keadilan, dan nilai-nilai ajaran Islam akan melingkupi bumi dan diamalkan secara luas. Masa seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dengan izin Allah, tetapi akan berlangsung sebelum hari kiamat. Tahap ini sekarang tengah menunggu saatnya yang ditentukan oleh Allah.
Segala sesuatu di bawah kendali Allah. Orang-orang beriman yang memahami kebenaran ini dan yang memiliki keimanan tulus kepada Allah, berserah diri kepada Tuhan kita dengan pemahaman bahwa mereka tengah mengikuti takdir mereka. Allah telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna, hingga rinciannya yang terkecil, sejak penciptaan bumi hingga Hari Kiamat. Segala sesuatu dicatat dalam kitab "Lauh Mahfuz". Segala sesuatu telah terjadi dalam satu waktu dalam pandangan Allah, Yang tidak terikat oleh ruang ataupun waktu, dan ruang serta waktu dari setiap peristiwa telah ditetapkan. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah ayat: "Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui." (Al Qur'an, surat Al An'aam, 6:67)
Sabtu, 29 November 2008
Minggu, 09 November 2008
Membantu Orang Buntung Kencing
Bobi masuk WC umum. Di dalam ada cowok, berdiri, tangannya buntung. Bobi kasihan banget, gile, gimana kencingnya tuh orang…
"Mas, Mas, mau saya bantuin?"
Kata si mas, "Oh boleh Mas… makasih yah…"
Si Bobi bantuin bukain resleting, terus megangin 'anu' si mas, terus pas selesai, dimasukin "anu" si mas ke celana dalamnya, terus di resletingin lagi.
"Wah, makasih yah mas, tanpa mas, saya nggak bakal bisa kencing gini…"
Kata Bobi, "Wah, nggak apa-apa. Tapi, kok 'anu' mas kayak budukan gitu sih mas? Kenapa tuh?"
Kata si mas, sambil ngeluarin kedua tangannya yang diumpetin di dalam kaosnya, "Nggak tau, makanya saya jijik megangnya…"
"Mas, Mas, mau saya bantuin?"
Kata si mas, "Oh boleh Mas… makasih yah…"
Si Bobi bantuin bukain resleting, terus megangin 'anu' si mas, terus pas selesai, dimasukin "anu" si mas ke celana dalamnya, terus di resletingin lagi.
"Wah, makasih yah mas, tanpa mas, saya nggak bakal bisa kencing gini…"
Kata Bobi, "Wah, nggak apa-apa. Tapi, kok 'anu' mas kayak budukan gitu sih mas? Kenapa tuh?"
Kata si mas, sambil ngeluarin kedua tangannya yang diumpetin di dalam kaosnya, "Nggak tau, makanya saya jijik megangnya…"
Jumat, 07 November 2008
Ingin Ku Miliki DiriMU

Terlalu lama ku pendam
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia..
Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku
Namun.. ingin ku miliki dirimu..
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan
Yang t`lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku..
Semua rasa ini padamu
Kini ku sudah tak tahan
Ku ingin kau tau semua..
Aku lebih dulu mencintaimu
Aku lebih dulu mengenalmu
Bukannya dia..
Cinta itu harus diungkapkan
Cinta itu harus memiliki
Tak kan kulepaskan dirimu
Memang tinggi egoku
Namun.. ingin ku miliki dirimu..
Demi cinta yang t`lah lama ku pendam
Demi mengganti semua pengorbanan
Yang t`lah ku lakukan untukmu
Kau harus jadi milikku..
Jatuh Cinta
Saat pertama kali ku melihatmu
Jantungku mulai berdegup kencang
Sejak saat itu
Malam-malamku penuh mimpi tentangmu
Setiap kali bersamamu
Serasa ku terbang melayang
Anganku membawamu turut serta
Menghadapi ribuan bintang di langit
Aku jatuh cinta padamu
Jatuh cinta yang pertama
Aku jatuh cinta padamu
Dan kau pun begitu padaku
Ku mohon.. jangan lukai aku..
Ini yang pertama buatku
Ku ingin yang paling indah
Walau pun nanti berpisah
Kisah ini tak kan terlupakan..
Jantungku mulai berdegup kencang
Sejak saat itu
Malam-malamku penuh mimpi tentangmu
Setiap kali bersamamu
Serasa ku terbang melayang
Anganku membawamu turut serta
Menghadapi ribuan bintang di langit
Aku jatuh cinta padamu
Jatuh cinta yang pertama
Aku jatuh cinta padamu
Dan kau pun begitu padaku
Ku mohon.. jangan lukai aku..
Ini yang pertama buatku
Ku ingin yang paling indah
Walau pun nanti berpisah
Kisah ini tak kan terlupakan..
Lupakan Aku

Berusahalah… untuk mengerti bahwa di dunia yang fana ini kita terlahir tak sempurnaBahwa apa yang kita harap tak selalu bisa kita dapat, juga harus kau ingatKuatkanlah… dan mengerti bahwa hati terapuh dapat pula menjadi kekuatan baruBahwa apa yang terlewati mampu berikan pengalaman berharga untuk esok hari
Lupakan aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti duluProses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di artiTataplah masa depan ! jangan jadikan kepergianku ini sebagai satu rintanganKetulusan… t’lah tiba waktunya juga berbicara tentang pengorbanan
Aku pergi sejak hari ini bukan karna tak lagi mencintaiAku tersenyum saat bertemu bukan karna bahagia meninggalkanmuAku begini…menyakiti hati bukan juga ingin kau musuhiHatiku pun menangis…tak hanya jiwamu yang teriris
Semoga perpisahan ini hanya sesaatSemoga engkau mampu menatap kuatSemoga terjaga semua hasratHingga tiba lagi waktunya Tuhan persatukan kita erat
Lupakan aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti duluProses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di artiTataplah masa depan ! jangan jadikan kepergianku ini sebagai satu rintanganKetulusan… t’lah tiba waktunya juga berbicara tentang pengorbanan
Aku pergi sejak hari ini bukan karna tak lagi mencintaiAku tersenyum saat bertemu bukan karna bahagia meninggalkanmuAku begini…menyakiti hati bukan juga ingin kau musuhiHatiku pun menangis…tak hanya jiwamu yang teriris
Semoga perpisahan ini hanya sesaatSemoga engkau mampu menatap kuatSemoga terjaga semua hasratHingga tiba lagi waktunya Tuhan persatukan kita erat
Sinar Cinta

Maafkan….Aku tak punya jalan lainTapi jika memang inginEngkau berjalan dengankuBerjalanlah ke barat !Hanya di jalan ini ku dapatTerangimu sepanjang waktuTanpa sempat rasa gelap
Memang melelahkanMemang membosankanTapi jika kau ingin bahagiaItulah harganya
Maafkan…Aku tak dapat menemanimuSekedar menengok ke belakangAtau berhenti sejenak karna lelahTerlalu berharga setiap waktu yang adaSebab dunia fana tak terkira
Memang melelahkanMemang membosankanTapi jika kau ingin bahagiaItulah harganya
Maafkan…Aku tak dapat menemanimuSekedar menengok ke belakangAtau berhenti sejenak karna lelahTerlalu berharga setiap waktu yang adaSebab dunia fana tak terkira
Yang Terpendam
.jpg)
Saat...Kudengar lagi suaranyaHanya bahagia memenuhi isi dadaKarna, kita bisa jalan berduaKetika...Kau genggam erat tangankuMelangkah dalam diam dan raguAku hanya bisa tergugu, serba keluBicaralah,...Aku hanya bisa menjaga sisi hatiAgar kita bisa semakin dekat berdiriDalam bisu, tanpa ada kata ..mengiringiAh...bicaralahAgar yang terpendam sejak lamaBisa mengikat hati kitaDalam CINTA
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)